Sekapur Sirih

Pengawasan sebagai salah satu unsur utama manajemen secara umum telah difahami oleh masyarakat birokrasi terutama komunitas PNS dan kapanpun akan tetap eksis sehingga aparatnya dituntut untuk terus berupaya mengisi diri dalam meningkatkan kompetensinya agar dapat melaksanakan tugas-tugasnya secara profesional serta dapat menghindari bias resiko dari tugas-tugas yang dilaksanakan.
Kedepan tantangan utama bagi jajaran APIP adalah bagaimana tugas dan peran di Bidang Pengawasan mampu memberikan nilai tambah pada Organisasi Pemerintah dan itu hanya dapat diwujudkan melalui pemenuhan kompetensi dan peningkatan kinerja di Bidang Pengawasan. Hasil pengawasan harus mampu mengurai secara jelas dan rinci tentang aliran dana yang menyimpang dalam pengelolaan keuangan. Kegiatan pengawasan bukan hanya menggunakan kata-kata cerdas yang kreatif, bukan pula janji-janji peningkatan SDM yang profesional tetapi harus dibuktikan dengan kinerja, karena hanya kinerja yang dapat menjadi kenyataan dan memberikan makna terhadap peran dan kiprah institusi pengawasan.
Tentunya kita semua telah mengetahui bahwa : Fungsi utama dari pengawasan internal adalah untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam mencapai tujuan organisasi. Secara etika, siapa yang diserahi mandat maka dia harus berakuntabilitas serta bertanggung jawab terhadap apa yang dilaksanakannya sehingga hal akuntabilitas pengawasan juga perlu dibangun secara baik. Dengan optimalisasi peran pengawasan internal diharapkan penyimpangan dalam hal pengelolaan keuangan Negara/Daerah dapat dicegah sedini mungkin.
Menjadi bagian dari Jajaran APIP adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan karena dipundak APIP masyarakat mengharapkan adanya pencegahan dan pengungkapan penyimpangan pengelolaan Keuangan Negara/Daerah dalam rangka mewujudkan tata pemerintahan yang baik. Untuk itu kepada Jajaran APIP diharapkan : jadilah satria pengawasan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan serta kejujuran dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Apapun hasil pengawasan yang ditemukan tidak akan berarti bagi pemerintah dan masyarakat jika itu dilakukan oleh APIP yang tidak jujur. Sebaliknya seorang APIP yang jujur tetapi tidak dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai maka juga tidak akan efektif dalam menemukan dan mencegah penyimpangan yang terjadi sehingga hasil auditnya hanya bersifat formalitas belaka. Karena itu milikilah keduanya, pengetahuan dan keterampilan serta kejujuran dalam melaksanakan tugas-tugas pengawasan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s